Sistem Perekonomian
BAB
III
SISTEM
PEREKONOMIAN
Tujuan Pemelajaran
Setelah mempelajari bab ini para peserta diharapkan
memahami bentuk-bentuk sistem perekonomian dan memahami berbagai kebijakan yang
dapat dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
1.
SISTEMPEREKONOMIAN
Sistem perekonomian adalah sistem
yang diterapkan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi dan hasil-hasilnya, baik kepada
individu maupun kepada lembaga pemerintah. Terdapat dua sistem perekonomian, yaitu sistem perekonomian terpusat
(centralized economic system) dan sistem
perekonomian pasar (decentralized
economic system).9 Sistem Perekonomian Terpusat menekankan pada
perencanaan dan pengendalian pemerintah, baik dalam hal faktor produksi maupun
distribusi hasil-hasilnya. Pada sistem ini pemerintah mempunyai hak untuk
mengatur. Perusahaan dan individu yang ada wajib
mengikuti apa yang telah ditetapkan pemerintah. Sedangkan Sistem
Perekonomian Pasar menekankan pada kebebasan individual untuk menentukan
pilihannya dalam mengalokasikan sumber daya, menentukan barang apa yang akan
diproduksi, bagaimana memproduksinya, dan menetapkan untuk siapa
barangdiproduksi.10
Namun perlu diketahui bahwa
terdapat pula negara-negara yang
tidak menganut pada kedua sistem perekonomian yang ekstrim seperti tersebut di atas. Kebanyakan sistem perekonomian di dunia berada di antara duasistem
yang ekstrim tersebut, lebih dikenal sebagai sistem
perekonomian campuran (mixed economy).
2.
SISTEM
PEREKONOMIANTERPUSAT
Pada dasarnya perekonomian terpusat
yang sering pula disebut sebagai perekonomian terencana (planned economy), menekankan pada nilai-nilai di mana pemerintah berperan sangat
menentukan. Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunismedan sosialisme.
Sebagai wujud pemikiran Karl
Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki
dan menggunakan seluruh faktor produksi. Tujuannya, kepemilikan pemerintah atas
faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara. Ketika perekonomian masyarakat
dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor
produksi tersebut kepada paraburuh.
Sistem perekonomian terpusat di Uni Sovietdan banyak negara EropaTimurdimulai pada akhir dekade
1920-an, namun berakhir pada akhir
abadke-
20. Saat ini hanyaCuba,Korea Utara,Vietnam, danRRC yang
menggunakan sistem ini, sekalipun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi.China,
misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan membolehkan perusahaan swasta
mengontrol faktor produksinya sendiri. Komunisme lahir
sebagai reaksi terhadap
kapitalisme diabad
ke-19. Komunisme yang anti kapitalisme menggunakan sistemsosialismesebagai
alat kekuasaan, di mana kepemilikan modal atas individu sangat dibatasi.
Prinsipnya adalah “semua milik
rakyat, dikuasai oleh negara, dan digunakan untuk kemakmuran rakyat secara
merata”. Komunisme sangat membatasidemokrasipada rakyatnya, dan karenanya komunisme
juga disebut antiliberalisme.11
3.
SISTEM
PEREKONOMIANPASAR
Pada dasarnya sistem perekonomian
pasar menekankan pada peran individu pelaku ekonomi. Dalam sistem ini, para
pelaku ekonomi diberi kewenangan untuk melakukan seluruh kegiatan bisnis
sehingga sering pula disebut dengan sistem perusahaan swasta (private enterprise system), kapitalisme murni (pure
capitalism), atau sistem pasar (market
system).12 Walton
dan Wykoff mengatakan bahwa pada sistem ini terdapat desentralisasi secara
ekstrim, di mana terdapat banyak
pembeli dan penjual yang saling melakukan interaksi. Pada sistem ini, harga
berperan sebagai acuan oleh para penjual dan pembeli dalam menetapkan nilai
barang/jasa dan sumber daya sehingga sistem ini disebut juga sistem harga (pricesystem).13
Ilmu ekonomi mengalami perkembangan
pesat setelah Adam Smith menerbitkan buku yang
berjudul: “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” pada
awal abad ke-18.14 Adam Smith menyatakan bahwa sistem perekonomian
pasar didasarkan pada adanya pengakuan hak-hak kekayaan swasta dan adanya
kebebasan untuk melakukan transaksi. Setiap individu akan melakukan apa yang
terbaik dan menguntungkan untuk dirinya. Atas dasar pertimbangan ini, jika
mereka diberi kesempatan secara
penuh akan muncul kekuatan yang tak nampak (invisible
hand) yang mendesak para individu,
untuk bertindak secara efisien dan efektif guna memperoleh keuntungan.
Dengan perekonomian pasar yang di
dalamnya terdapat sistem pertukaran barang/jasa, akan terbentuk harga yang
berfungsi sebagai alat komunikasi dan pemberi informasi. Pada gilirannya, harga
mampu menjadi alat koordinasi atas berbagai kegiatan individual untuk keuntungan
masing-masing. Harga, pada dasarnya mencerminkan nilai atas barang/jasa yang
sanggup diproduksi oleh perusahaan dan mampu dibayar oleh para pembeli. Dengan
adanya harga, perusahaan dapat berkalkulasi apakah ia mampu mengoordinasikan faktor- faktor produksi, sehingga mampu memproduksi barang dengan memperoleh
keuntungan. Jika perusahaan yakin bahwa dengan kalkulasinya akan diperoleh
keuntungan, barang tersebut akan diproduksi.
Sebaliknya jika diperkirakan tidak akan memperoleh
keuntungan, akan memproduksi barang lain yang diperkirakan akan menguntungkan. Bagi pembeli, harga
memberikan informasi apakah dengan uang yang dimilikinya akan diperoleh kepuasan.
Sekiranya pada harga tersebut barang tidak akan memberikan keuntungan
bagi pembeli, maka ia akan mencari barang pengganti yang lebih menguntungkan.
Dengan demikian efisiensi akan menjadi tuntutan
bagi setiap pelaku ekonomi, sehingga
efisiensi nasional dapat dicapai yang pada gilirannya akan tercipta kesejahteraan umummasyarakat.15
Dalam hal perusahaan-perusahaan
secara makro memproduksi barang/jasa
yang melebihi kebutuhan para pembelinya, harga
akan jatuh. Dalam kondisi
demikian harga tidak menguntungkan bagi perusahaan dan dengan sendirinya
perusahaan akan mengurangi jumlah produksi.
Dengan pengurangan produksi, maka terdapat keseimbangan jumlah barang yang dibawa ke pasar sehingga harga akan naik
lagi. Naiknya harga akan mengurangi minat para pembeli karena
tidak menguntungkan, sehingga
pembeli akan mencari barang lain yang dapat menggantikannya dengan harga
lebih murah. Harga berfungsi sebagai motivator para pelaku ekonomi. Harga pasar
memantapkan penghargaan dan hukuman (reward-penalty)
yang secara ekonomi dinyatakan sebagai laba-rugi(profit-loss).
Karena dalam perekonomian pasar
seluruh individu diberi kebebasan untuk menentukan barang apa yang
diproduksi, maka di pasar
terdapat banyak
perusahaan yang akan
memproduksi barang serupa. Hal ini
memberikan banyak pilihan bagi para pembeli, sehingga pembeli hanya akan membeli barang/jasa dengan harga yang
benar-benar menguntungkannya. Perusahaan yang tidak memberikan keuntungan
kepada pembeli akan ditinggalkan pembeli. Dengan demikian harga menjadi alat kontrol otomatis di pasar,
sekalipun tanpa campur tanganpemerintah.
4.
PEREKONOMIAN
PASAR SEBAGAISISTEM
Untuk memudahkan pembahasan, dalam
sistem perekonomian pasar disederhanakan dengan hanya terdapat dua pelaku ekonomi,
yaitu rumah
tangga (households) dan
perusahaan (firms). Sebagai suatu
sistem, kedua pelaku ekonomi tersebut
saling melakukaninteraksi.
Masyarakat sebagai rumah tangga membelanjakan uangnya untuk
mendapatkan barang dan jasa. Barang
dan jasa tersebut dibeli untuk kepentingan konsumsi dan investasi. Konsumsi
adalah pemanfaatan barang/jasa untuk kebutuhan sekarang (current period), sedangkan investasi
untuk kebutuhan jangka panjang. Barang/jasa yang termasuk kelompok konsumsi
adalah barang/jasa tidak awet (nondurable
goods or services) seperti makanan, pakaian, rekreasi, obat-obatan untuk
kesehatan, jasa hukum, pendidikan, bahan bakar, dan sebagainya.16
Sedangkan yang termasuk belanja investasi adalah pengeluaran uang untuk
barang/jasa awet (durable goods or
services), yaitu barang/jasa yang memiliki masa manfaat jangka panjang
seperti untuk barang-barang modal seperti: pabrik, mesin, rumah, dan mobil.
Penambahan persediaan barang dagangan juga dikelompokkan sebagai investasi.17
Untuk ini rumah tangga berusaha
memaksimumkan kebahagiannya atau kepuasannya, dengan membelanjakan uang yang
tersedia untuk membeli sekelompok barang/jasa. Kepuasan konsumen diukur dari
seberapa banyak permasalahan yang dihadapinya terpecahkan. Perusahaan
memanfaatkan dan mengombinasikan sumber daya berupa faktor produksi secara
efisien, untuk memproduksi barang dan jasa dengan
tujuan memperoleh dan memaksimalkan laba.
Interaksi tersebut berjalan terus
menerus sehingga membentuk suatu sistem. Sistem dapat diartikan sebagai sebuah
wujud keseluruhan dari suatu objek
penelaahan, di mana setiap unsur
dari objek tersebut berhubungan satu denganyanglaindalamsuatujalinantertentu.19Dalamsuatusistem,interaksi antara rumah tangga dan perusahaan sebagai unsur
dari sistem berlangsung terus, sepanjang seluruh pihak tersebut memperoleh
keseimbangan.20 Keseimbangan rumah tangga berupa kepuasan maksimum
dan keseimbangan perusahaan berupa laba maksimum.
Kepuasan maksimum rumah tangga
diperoleh, jika setiap rupiah dari uang yang dibelanjakan untuk memenuhi
kebutuhan berbagai barang/jasa
memberikan tambahan kepuasan yang sama. Jadi rupiah terakhir yang dibelanjakan
untuk barang A memberikan kepuasan yang sama
dengan rupiah terakhir yang dibelanjakan untuk barang-barang B, C dan
sebagainya. Hal ini sesuai dengan
pengertian ilmu ekonomi, di mana
manusia akan berusaha memanfaatkan sumber daya
yang terbatas untuk memenuhi kebutuhannya
yang tidak terbatas. Untuk barang dengan kualitas sama, konsumen akan
memilih barang yang harganya lebih murah, agar dari jumlah uang yang sama
diperoleh barang lebih banyak atau dapat membeli barang lain yang juga diperlukan
sehingga diperoleh kepuasan yang lebihbesar.21
Laba maksimum perusahaan dicapai pada posisi optimum, yaitu jika
tambahan pendapatan (marginal revenue =
MR) dalam bentuk rupiah masih dapat menutup biaya produksi tambahan (marginal cost = MC), sebagai akibat dari
tambahan produksi (marginal physical
product).22 Perusahaan hanya akan memproduksi barang/jasa,
menambah tenaga kerja, dan memperluas usahanya jika dari tambahan usahanya itu
diperoleh tambahankeuntungan.
Untuk dapat memenuhi kebutuhannya, rumah
tangga harus mengeluarkan uang yang dapat diperoleh dengan menjual tenaganya
atau menyewakan harta yang telah dimilikinya seperti bangunan, mesin, tanah,
atau sumber daya alam.
20HerbertA.Simon,AdministrativeBehavior,edisike-4(Singapore:TheFreePress,1997),hal. 14.
21Schiller, Bradley R., Ibid.,
hal. 421-423.
22Op.cit., hal. 481.
Barang/jasa yang dijual/disewakan itu disebut
sebagai faktor produksi bagi pembeli atau penyewanya, yaitu perusahaan. Faktor
produksi tersebut diorganisasikan dan diproses oleh perusahaan sehingga
menghasilkan output berupa barang dan jasa. Output dari perusahaan ini
diperlukan oleh rumah tangga dengan menyerahkan uangnya kepada perusahaan,
dengan demikian terdapat arus barang dan arus uang. Arus uang berasal dari perusahaan untuk membayar faktor
produksi kepada rumah tangga dan
selanjutnya dari rumah tangga ke
perusahaan untuk membayar barang/jasa. Sedangkan arus barang berasal dari rumah tangga dalam bentuk faktor
produksi (input) kepada perusahaan
dan berupa barang/jasa yang dihasilkan oleh perusahaan ke rumah tangga.
Memperhatikan sistem perekonomian
pasar tersebut dapat dimengerti bahwa sistem tersebut dapat berlangsung secara
terus menerus karena kedua belah pihak, yaitu rumah tangga sebagai konsumen dan
perusahaan sebagai produsen mendapatkan keuntungan. Dengan sistem tersebut
nampak ada kerja sama yang saling menguntungkan.
Sebenarnya sistem yang saling
menguntungkan tersebut tidak hanya berlaku pada sistem perekonomian yang
berorientasi laba, tetapi juga pada lembaga-lembaga lain, termasuk bagi sektor
pemerintah. Pemerintah selaku lembaga sebenarnya berfungsi sebagai perusahaan
yang memproduksi jasa dan jasa yang diperlukan masyarakat.
Jasa-jasa sektor pemerintahan tersebut berbentuk keamanan, ketenangan,
stabilitas, pendidikan, transportasi dan sebagainya. Seluruh instansi sebagai
aparat negara/pemerintah mempunyai andil
dalam memproduksi jasa tersebut. Kepolisian RI memproduksi jasa di bidang
keamanan. Karena jasa keamanan tersebut diperlukan oleh masyarakat, maka
masyarakat melalui keuangan negara membayar jasa tersebut dengan membiayai
seluruh keperluan kepolisian tersebut. Masyarakat mau membayar jasa keamanan tersebut karena masyarakat memerlukan
ketenangan dan keamanan. Masyarakat tidak akan bekerja dengan tenang jika
situasiyang ada
selalu mengancam keselamatannya. Oleh karena itu,
jika terdapat kinerja suatu instansi yang tidak dapat memenuhi keinginan
masyarakat, akan mendapatkan kritikan atau tantangan dari masyarakat karena
mereka merasa rugi
“membayar” melalui anggarannegara.
5.
SISTEM
PEREKONOMIANCAMPURAN
Jika perekonomian terpusat
menekankan pada perencanaan dan pengendalian pemerintah dan sistem perekonomian
pasar menekankan pada kebebasan individu, sistem perekonomian campuran
berada di antara keduanya. Sistem perekonomian
campuran muncul sebagai modifikasi
atas besarnya tingkat campur tangan pemerintah dalam perekonomian.23
Sistem perekonomian campuran yang melibatkan campur
tangan pemerintah dalam perekonomian ini, mulai banyak digunakan sejak
terjadinya resesi ekonomi dunia
pada tahun-tahun 1929-1932.24 Dalam sistem perekonomian campuran,
baik individu/swasta maupun pemerintah berperan dalam pengendalian
ekonomi. Swasta berperan dalam mekanisme pasar, sedangkan pemerintah berperan
dalam regulasi melalui berbagai kebijakan, termasuk kebijakan moneter danfiskal.25
Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan sistem perekonomian pasar atau pun terencana secara mutlak. Meskipun dikenal sangat bebas, perekonomian di Amerika Serikat tetap tergolong sebagai perekonomian campuran, karena pemerintah mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising) dan lain-lain. Begitu pula dengannegara-negara
23 Lipsey, Richard G. dan Steiner, Peter O., hal. 850.
24 Sukirno, Sadono, Pengantar
Teori Makroekonomi (Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI, 1981), hal. 14-15.
25Samuelson, Paul A. dan Nordhaus, William D., hal. 41-42.
perekonomian terpusat, juga tidak menerapkannya
secara ekstrim. Dewasa ini, banyak negara yang semula menerapkan perekonomian
terpusat seperti negara-negara eks Blok Timur(Uni Soviet, Bulgaria, Cekoslovakia, JermanTimur, Hongaria, Polandia, Romania, Albania) telah menyerahkan sebagian
perekonomiannya ke swasta dengan
melakukan privatisasi,
yakni mengubah status perusahaan pemerintah menjadi perusahaanswasta.26
Sistem perekonomian campuran
berusaha memanfaatkan kebaikan- kebaikan dan menghindari keburukan-keburukan
yang ada pada perekonomian terpusat dan perekonomian pasar. Kebaikan
perekonomian terpusat adalah adanya peran pemerintah dalam usaha membantu
masyarakat yang lemah. Sedangkan keburukannya adalah tidak diberikannya
kebebasan individu dalam pengaturan perekonomian. Adapun kebaikan perekonomian
pasar adalah diberikannya peran individu, untuk berkreasi dalam menggali potensi
agar dapat dikembangkan.
Sedangkan keburukannya adalah kebebasan bersaing, sehingga pemenangnya dapat
menguasai pasar yang cenderung menekan masyarakat yanglemah.
Dengan sistem perekonomian
campuran, peran pemerintah dalam
mengatur perekonomian tetap dipertahankan, namun
peran individu juga didorong. Peran pemerintah diwujudkan dalam bentuk
pembuatan berbagai kebijakan seperti menjaga
stabilitas makro ekonomi,
pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM), pengentasan kemiskinan dan
pengangguran, kebijakan industrialisasi yang berwawasan lingkungan,
optimalisasi sumber daya manusia yang belum dimanfaatkan dan sebagainya.
Stabilitas makro ekonomi dilakukan untuk menjaga
agar harga tetap terjangkau masyarakat. Dalam sistem perekonomian ini,
investasi swasta dan asing dapat dipertahankan dengan kebijakan yang mengatur
persaingan sehat dan bersinergi denganUKM.
26GriffinRdanRonaldElbert.2006.Business.NewJersey:PearsonEducation,WikipediaIndonesia,
ensiklopediabebasberbahasaIndonesia,Sistemperekonomian,http://id.wikipedia.org/wiki
/Sistem_perekonomian
6.
LATIHAN
1)
Apa yang dimaksud
dengan sistemperekonomian?
2)
Sebutkan tiga bentuk
sistem perekonomian yang umum diterapkan
di berbagai negara dan jelaskan
cirimasing-masing.
3)
Sistem perekonomian
campuran berusaha memanfaatkan kebaikan- kebaikan dan menghindari
keburukan-keburukan yang ada pada perekonomian terpusat dan pasar. Jelaskan apa yang
dimaksud dengan pernyataan
tersebut dan berikan contoh kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah yang
menerapkan sistem perekonomian campuran.


Komentar
Posting Komentar