Pengertian dan Latar Belakang Ilmu Ekonomi

BAB II 
PENGERTIAN DAN
LATAR BELAKANG ILMU EKONOMI



Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini para peserta diharapkan mampu memahami pengertian ilmu ekonomi, mengetahui persamaan dan perbedaan ekonomi mikro dan makro, sumber daya dan keterbatasannya, mampu melakukan pilihan, dan memahami keterbatasan anggaran negara 



1.        PENGERTIAN ILMUEKONOMI

Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas.2 Dari definisi ini dapat disimpulkan bahwa penyebab utama perlunya mempelajari ilmu ekonomi adalah terbatasnya sumber daya yang ada, padahal kebutuhan kita untuk berbagai hal, tidak terbatas. Hal yang dipelajari dalam ilmu ekonomi adalah upaya-upaya manusia dalam mengatasi kesenjangan antara kedua hal yang saling bertentangan tersebut. Manusia harus pandai-pandai mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya untuk dapat memberikan kepuasan secara maksimal.
Dengan keterbatasan sumber daya, manusia harus melakukan pilihan dari berbagai kemungkinan yang ada. Pilihan yang diambil adalah pilihan yang memberikan keuntungan yang paling besar. Dengan keterbatasan sumber daya pula, kita harus mengorbankan kepentingan yang satu untuk dapat memenuhi kepentingan yang lain, karena terbatasnya uang yang dimiliki, sebagai contoh, orang tua harus rela mengorbankan keinginannya untuk berlibur ke luar kota





agar dapat membeli seragam sekolah anaknya. Sehubungan dengan  hal  ini, ilmu ekonomi dapat pula diartikan sebagai ilmu yang mempelajari berbagai  pilihan dan pengambilan keputusan atas pilihan-pilihan yang ada dalam kondisi yang terbatas.3


2.        EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO

Menurut objek yang dipelajarinya, ilmu ekonomi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: (1) Ekonomi Mikro dan (2) Ekonomi  Makro. Apa persamaan  dan perbedaan dari keduanyatersebut?
Persamaannya adalah, kedua-duanya mempelajari ekonomi sebagaimana telah didefinisikan di atas, yaitu bagaimana manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhannya yang sangat banyak dan sangat bervariasi dengan sumber daya yang terbatas. Perbedaannya, Ilmu Ekonomi Mikro memfokuskan pembahasannya pada perilaku individual dari pelaku ekonomi, Ilmu Ekonomi Makro memfokuskan pembahasannya pada gejala-gejala perekonomian secara keseluruhan, secara totalitas, atau gejala umumnya. Contoh dari ekonomi mikro adalah perilaku individual dari suatu perusahaan dalam menetapkan berapa banyak barang yang akan dibeli, jika harga barang  tersebut  mengalami  kenaikan atau penurunan, bagaimana meningkatkan jumlah produksinya, seberapa tinggi harga barang akan dijual agar perusahaan memperoleh laba maksimum, dan sebagainya. Dimaksud dengan individual di sini termasuk badan-badan hukum seperti Perseroan Terbatas, Perusahaan  Daerah,  Koperasi, Yayasan, dan sebagainya. Badan-badan hukum ini, sekalipun jumlah personil yang terlibat cukup banyak, namun seluruh unsur yang ada bertindak untuk kepentingan yang satu, yaitu merealisasikan tujuan badan hukum yang bersangkutan. Contoh dari ekonomi makro adalah membahaspertumbuhan






ekonomi, inflasi, dan pengangguran. Dalam membahas pertumbuhan ekonomi, yang dibahas adalah pertumbuhan kegiatan ekonomi pada umumnya, bukan pertumbuhan satu atau dua pelaku ekonomi tertentu. Begitu juga dalam membahas inflasi, yang dibahas adalah kecenderungan terjadinya kenaikan harga-harga barang/jasa pada umumnya, bukan kenaikan harga barang tertentu saja.
Sehubungan dengan hal itu, karena kita sedang membahas  ekonomi makro, maka dalam modul ini hanya dibahas variabel-variabel yang  berhubungan dengan gejala-gejala perekonomian secara keseluruhan, secara totalitas, atau gejala umum, bukan perilaku dari pelaku ekonomi secara  individual. Namun perlu diketahui bahwa gejala umum dari perekonomian hanya dapat terjadi, jika sebagian besar dari pelaku ekonomi individual melakukan hal yang serupa, sehingga mampu mewarnai perekonomian secara keseluruhan. Contoh: “Tingkat pengangguran tahun ini meningkat karena banyak perusahaan melakukan pengurangan karyawan.”


3.        SUMBER DAYA DANKETERBATASANNYA

Para ekonom, pada umumnya hanya membahas sumber daya yang produktif, yaitu sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan atau untuk memproduksi barang dan jasa. Empat jenis sumber daya produktif yang biasa dibahas, yaitu: (1) tenaga kerja, (2) tanah dan sumber daya alam lainnya, (3) barang modal, serta (4) pengusaha.4
Tenaga kerja, adalah pekerja yang bersedia menyerahkan tenaga, keterampilan, dan pengetahuannya untuk memproduksi barang/jasa. Tanah dan sumber daya alam lainnya meliputi tanah pertanian, kehutanan, perairan untuk perikanan dan transportasi, serta deposit pertambangan. Barang modal (capital) adalah barang-barang yang dipakai untuk memproduksi barang/jasa lain seperti





mesin, peralatan, bangunan dan sebagainya. Pengusaha (entrepreneurship) adalah orang-orang yang mengorganisasikan sumber daya produktif lainnya untuk memproduksibarang/jasa.
Keberadaan sumber daya produktif di alam ini terbatas adanya sehingga untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan. Karena terbatasnya sumber daya ini, mengharuskan setiap pelaku ekonomi untuk memanfaatkan dan mengalokasikannya secara efisien sehingga dapat memberikan kemakmuran setinggi-tingginya. Cara yang dapat ditempuh  adalah  dengan  melakukan  pilihan dari berbagai kemungkinan yang dapat ditempuh. Pilihan yang diambil adalah yang memberikan keuntungan terbesar bagi pelaku ekonomi, baik konsumen maupunprodusen.


4.        MELAKUKANPILIHAN

Seperti telah dikemukakan di atas bahwa  karena  terbatasnya  sumber daya, maka untuk memaksimalkan kemakmuran perlu dilakukan pengambilan keputusan untuk menetapkan satu pilihan dari berbagai kemungkinan pilihan yang ada. Untuk memudahkan pemahaman, diberikan contoh perilaku dari pelaku ekonomi individual (kasus mikro) sederhana yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada dasarnya pengambilan keputusan untuk melakukan sesuatu dimulai dari adanyapermasalahan.
Tuan Bahola, seorang bujangan pegawai negeri golongan III/a dengan penghasilan sebesar Rp1,5 juta/bulan dan ia memerlukan alat transportasi dari rumah ke kantor. Selama beberapa tahun terakhir ini ia menabung, dan uang tabungannya telah mencapai sekitar Rp10 juta. Untuk mengatasi masalah transportasi ini Tn. Bahola secara sadar atau tidak, mulai  mencoba  mencari jalan keluarnya dengan mengembangkan berbagai kemungkinan awal, yaitu transportasi dapat diatasi dengan: naik bus kota seperti selama ini dijalaninya, naik kereta api seperti teman-teman sekantornya, membelimobil, membeli




sepeda motor, naik sepeda biasa , jalan kaki saja dengan mencari rumah kontrakan di dekat kantor, dan sebagainya.
Dari berbagai kemungkinan tersebut, setelah dipertimbangkan keuntungan dan keburukannya, misalnya Tn. Bahola menetapkan akan membeli sepeda motor. Pertanyaan berikutnya muncul, yaitu motor merk apa? Untuk ini Tn. Bahola melakukan sedikit penelitian, diperoleh informasi keuntungan dan kerugian dari berbagai merk yang diketahuinya. Informasi yang mungkin dapat diperoleh sebagai berikut: (1) Merk A: Kecepatan tinggi, namun harga belinya relatif mahal dan biaya perawatan tinggi; (2) Merk B: Harga beli relatif murah namun pemakaian bahan bakarnya boros dan harga jual kembalinya (resale value) rendah; (3) Merk C: Harga belinya mahal, pemakaian bahan bakarnya hemat, biaya perawatan rendah, dan harga jual kembalinya cukup tinggi karena banyak diminatiorang.
Dengan berbagai pertimbangan atas dasar informasi  tersebut,  misalnya Tn. Bahola memilih Merk C. Pertanyaan berikutnya akan muncul lagi,yaitu:
(1) membeli sepeda motor baru dengan sedikit berhutang yang dapat diangsur selama 10 bulan, atau (2) membeli sepeda motor bekas sesuai dengan  keuangan yang ada. Misalnya diputuskan memilih membeli  sepeda  motor bekas. Pertanyaan akan muncul lagi, yaitu: Ke mana  motor akan  dibeli? Untuk ini Tn. Bahola melihat-lihat iklan di koran dan memilih-milih motor merk C yang sesuai dengan kemampuan keuangannya. Setelah itu Tn. Bahola mendapatkan tiga buah motor yang menarik perhatiannya. Setelah dilakukan tawar-menawar, diputuskan motor merk C yang dijual oleh “Toko Motor Bekas Pakai” dengan harga Rp9.500.000,00. Dari kasus ini dapat diketahui bahwa dengan sumber daya berupa uang Rp10.000.000,00, Tn. Bahola berusaha untuk memaksimumkan kepuasannya, yaitu dalam mengatasi masalah transportasi.




5.        KETERBATASAN  ANGGARAN   NEGARA   DAN    PEMRIORITASAN PROGRAM
Seperti halnya pada aktivitas ekonomi lainnya, anggaran negara yang berasal dari pemerintah pusat (APBN), maupun daerah (APBD) provinsi/kabupaten/kota juga terbatas. Keterbatasan anggaran negara ini dalam pengertian relatif, yakni jumlah anggaran yang tersedia dibandingkan dengan kebutuhan negara untuk mendanai pembangunan. Kebutuhan dana untuk dapat melakukan pembangunan, yakni untuk membangun infrastruktur, sarana pendidikan, sarana keamanan, reklamasi tanah dan sumber daya alam yang selama ini telah rusak, dan sebagainya, apalagi untuk dapat mengentaskan seluruh masyarakat dari kemiskinan, diperlukan dana yang sangat banyak. Berita-berita belakangan ini tentang masih banyaknya penderita gizi buruk menunjukkan, bahwa dana APBN/APBD belum mampu menjangkaunya, sekalipun UUD 1945 mewajibkan pemerintah bertanggung jawab untuk mengentaskannya.
Ditinjau dari cakupannya, APBN/APBD hanya merupakan unsur dari ekonomi makro. Ekonomi makro membahas variabel-variabel ekonomi secara menyeluruh dalam suatu wilayah atau negara. Sebagai contoh, pada  tahun 2006, untuk dapat merealisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8%, diperlukan investasi sebesar Rp651.300.000.000.000,00, namun pemerintah hanya mampu menyediakan Rp89.900.000.000.000,00 atau 13,8%-nya. Sisanya, sebesar Rp561.400.000.000.000,00 diharapkan berasal darimasyarakat.5
Contoh lain, pada tahun 2006 di Indonesia terdapat pengangguran sebanyak 10,3 juta orang.6 Menurut Meneg PPN/Kepala  Bappenas,  berdasarkan pengalaman selama ini, setiap pertumbuhan ekonomi 1% hanya mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 250.000 sampai 300.000 orang, atau





rata-rata 275.000 orang.7 Atas dasar kondisi tersebut dan dengan asumsi tidak ada tambahan jumlah tenaga kerja baru, maka untuk mengentaskan seluruh pengangguran sebanyak 10,3 juta orang tersebut dalam waktu satu tahun, diperlukan pertumbuhan ekonomi (g_growth) sebesar:
g 10.300.000 X 1%  37,45%
275.000

Pertumbuhan sebesar 37,45% mustahil untuk dapat direalisasikan. Asumsi tidak ada tambahan tenaga kerja juga tidak mungkin, karena laju pertumbuhan jumlah penduduk selama periode 2000-2006 rata-rata mencapai 1,34% per tahun. Dengan jumlah penduduk tahun 2006 sebanyak 222,19 juta orang, maka setiap tahun ada tambahan jumlah penduduk sebanyak 2,977,346 orang.8 Untuk menampung tambahan penduduk baru pun, setiap tahun perlu  ada  pertumbuhan ekonomi yang cukup besar. Jika pertumbuhan ekonomi tidak mampu menyerap tambahan tenaga yang ada, maka setiap tahun pula akan terjadi tambahan pengangguran sebagai carry-over. Selama ini, dengan segala kemampuan yang ada, termasuk penambahan  utang  pemerintah,  pembangunan hanya mampu menghasilkan pertumbuhan sekitar6%.
Dari uraian ini dapat diketahui bahwa anggaran negara  ternyata  juga sangat terbatas. Oleh karena itu maka dana yang ada harus benar-benar dimanfaatkan secara ekonomis, efisien, dan efektif (3E). Cara yang dapat dilakukan agar anggaran negara dikelola secara 3E, antara lain melalui pembuatan skala prioritas. Usulan kegiatan pada  instansi  pemerintah hendaknya dipilih hanya untuk kegiatan yang memiliki prioritas yang tinggi, ditinjau dari kepentingan masyarakat umum, bukan atas dasar kepentingan lainnya.







Suatu kegiatan dikatakan memiliki prioritas tinggi atau tidak, dapat dilihat dari risiko berupa dampak yang harus ditanggung oleh masyarakat jika kegiatan tersebut tidak dilakukan. Jika risikonya besar, maka kegiatan dapat dikatakan memiliki prioritas tinggi. Jika risikonya kecil, atau bahkan tidak ada risikonya, maka kegiatan tersebut skala prioritasnya rendah.Untuk keperluan ini sebaiknya dalam merencanakan kegiatan yang akan dibiayai dengan dana APBN/APBD hendaknya dibuat suatu daftar skala prioritas. Tolok ukur prioritasnya adalah kemanfaatan dan atau risiko bagi masyarakat karena dana yang akan dipergunakan adalah milik masyarakat. Pejabat atau pelaksana kegiatan yang dibiayai dengan dana APBN/APBD adalah abdi negara, oleh karenanya harus mengutamakan kepentinganmasyarakat.




6.        LATIHAN

1)     Jelaskan apa yang dimaksud dengan ilmuekonomi.

2)     Jelaskan apa persamaan dan perbedaan ekonomi mikro dengan ekonomimakro.
3)     Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sumber dayaekonomi.

4)     Jelaskan bahwa keberadaan sumber daya terbatas dan  bagaimana  cara yang harus dilakukan oleh pelaku ekonomi, agar sumber  daya yang terbatas tersebut memberikan manfaat secaramaksimal.
5)     Jelaskan      mengapa  pelaku  ekonomi          harus     mengembangkan      dan melakukan pilihan sebelum mengambil suatukeputusan.
6)     Jelaskan dan berikan argumentasi bahwa APBN/APBD juga  terbatas dan apa yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam mengelola APBN/APBDtersebut.
7)     Jika diketahui kondisi saatini:

(1)         Untuk dapat merealisasi pertumbuhan ekonomisebesar 5,8%, diperlukan investasi sebesar Rp651.300.000.000.000,00 dan pemerintah hanya mampu menyediakan 13,8%-nya. Sisanya diharapkan berasal darimasyarakat;
(2)         Setiap pertumbuhan ekonomi 1% mampu menyerap tenaga kerja rata-rata sebanyak 275.000orang;
(3)         Jumlah      penduduk      saat      ini     sebanyak       222,19      juta,     laju pertumbuhannya 1,34% pertahun.
Ditanya:

a.    Hitung berapa tambahan jumlah penduduk pertahun?

b.    Hitung berapa jumlah tenaga kerja yang dapat diserap tahun ini jika laju pertumbuhan ekonomi sebesar6%?




c.    Hitung berapa pertumbuhan ekonomi yang diperlukan  agar tambahan jumlah tenaga kerja tahun ini (setara dengan bertambahnya jumlah penduduk) terserap dalam lapangankerja?

d.    Hitung berapa investasi yang diperlukan untuk tingkat pertumbuhan ekonomi sebagaimana ditanyakan pada butir c di atas, berapa yang dapat dipenuhi dari pemerintah dan berapa yang diharapkan?

Komentar

Postingan Populer