Organisasi
BAB III
ORGANISASI
Dalam
bab II disajikan materi sebagai berikut :
A. Pengertian Organisasi.
B. Beberapa teori organisasi.
A. Pengertian Organisasi
Selama masa hidupnya orang lebih banyak berada dalamsaling
berhubungan dengan orang lain daripada menyendiri.Pada dasarnya orang tidak
mampu hidup sendiri, hampir sebagian besar tujuannya hanya dapat terpenuhi
apabila yang bersangkutan berhubungan dengan orang lain.
Organisasi merupakan suatu sistem yang terdiri darisub-sistem atau
bagian-bagian yang saling berkaitan satu sama lainnya dalam melakukan
aktivitasnya. Aktivitas ini bukanlah merupakan suatu kegiatan yang temporer
atau sesaat saja, akan tetapi merupakan kegiatan yang memiliki pola atau
urut-urutan yang dilakukan secara relatif teratur dan berulang-ulang.
Organisasi sering diartikan sebagai kelompok yangsecara
bersama-sama ingin mencapai suatu tujuan yang sama. Handoko (2000:6)
mendifinisikan organisasi sebagai suatu proses perencanaan yang meliputi
penyusunan, pengembangan dan pemeliharaan suatu struktur atau pola
hubungan-hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kelompok kerja. Artinya,
organisasi juga merupakan kumpulan dari peranan, hubungan dan tanggung jawab
yang jelas dan tetap, paling tidak Hicks dalam Sutarto (1998:2) berpendapat bahwa
hampir setiap orang dipengaruhi secara mendalam oleh kelompok. Melibatkan diri
dalam beberapa macam kelompok atau organisasi menempatkan kedudukan penting
dari kehidupan kebanyakan orang. Artinya, banyak keuntungan dapat diperoleh
dari penyempurnaan hubungan antara individu-individu dan kelompok. Sebagai
contoh, berhasilnya suatu usaha sering tergantung dari produktivitas perilaku
para individu dalam kelompok kerja. Juga seseorang pengusaha harus membagi
keberhasilannya dengan para pelanggan, para pemberi sumber dana, material,
satuan organisasi pemerintah dan masyarakat umum.
Anthony (995:1) menjelaskan bahwa organisasi merupakansuatu
kelompok manusia yang berinteraksi melakukan berbagai kegiatan secara
koordinasi untuk mencapai tujuan, dimana pada dasarnya bahwa individu tidak
dapat mencapai tujuan secara sendiri-sendiri. Artinya tujuan organisasi dapat
dicapai melalui tatanan/manajemen yang dilakukan terhadap sejumlah orang
sebagai pelaksana pekerjaan-pekerjaan organisasi.
Organisasi memperoleh sumberdaya dan menggunakannyasecara efisien
dan efektif dalam suatu aturan yang telah disepakati bersama, untuk itu perlu
adanya penataan pembagian kerja, struktur pola hubungan kerja antara sekelompok
orang-orang yang memegang posisi untuk bekerja sama secara teratur guna
mencapai tujuan tertentu. Pengertian organisasi seperti yang dikemukakan oleh
beberapa tokoh dibawah ini (Sutarto, 1998:22-23):
Organisasi adalah proses penggabungan pekerjaan yang para individu
atau kelompok-kelompok harus melakukan dengan bakat-bakat yang diperlukan untuk
melakukan tugas-tugas, sedemikian rupa memberikan saluran terbaik untuk
pemakaian yang efisien, sistematis, positif dan terkoordinasi dari usaha yang
tersedia. Jadi organisasi adalah suatu sistem tentang aktivitasaktivitas kerja
sama dari dua orang atau lebih sesuatu yang tak berwujud dan tak bersifat
pribadi, sebagian besar mengenai hal hubungan hubungan. Hubungan-hubungan yang
dilakukan orang-orang tersebut dalam keterkaitannya dengan aktivitas kerja.
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusiauntuk
pencapaian suatu tujuan bersama, organisasi merupakan bantuan bagi manajemen.
Ini mencakup kewajiban-kewajiban merancang satuan-satuan organisasi pejabat
yang harus melakukan pekerjaan, menentukan fungsi-fungsi mereka dan merinci
hubungan-hubungan yang harus ada diantara satuan-satuandan orang-orang.
Organisasi sebagai suatu aktivitas,sesungguhnya adalah cara kerja manejemen.
Berdasarkan beberapa pengertian tentang organisasiyang telah
dikemukakan sebelumnya bahwasanya hakekat dari organisasi itu adalah manusia
dan kerjasama dalam suatu struktur organisasi yang menciptakan pembagian tugas
dan jabatan serta meletakkan batas-batas kebebasan seseorang dalam organissi.
Untuk itu Handoko (2000:5) mengatakan bahwa “pengakuan”terhadap pentingnya
satuan tenaga kerja dalam suatu organisasi. Hal ini dapat diartikan bahwa
sumberdaya manusia merupakan unsur yang vital bagi pencapaian tujuan
organisasi, maka pemanfaatan sebagai fungsi dan kegiatan personalia secara
efektif dan bijak dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Hicks dan Gullet (1996:204) menjelaskan perkembanganteori-teori
organisasi secara garis besarnya dapat dikembangkan dalam 3 fase, yaitu:
Teori Klasik
Konsep klasik telah berlangsung dan berkembang dalam tigajalur, dikenal
dengan teori birokrasi, teori administrasi dan teori manajemen ilmiah. Pada
dasarnya teori klasik menekankan pada rasionalitas struktur dan berbagai
spesialisasi, selain itu juga paham klasik memandang pekerja sebagai manusia
ekonomi (economic man) atau dianggap manusia yang bekerja tersebut semata-mata
didorong oleh rangsangan ekonomi.
Teori Neoklasik
Teori ini memandang bahwa organisasi sebagaipengelompokan
orang-orang dengan tujuan umum. Perubahan atas teori klasik tidak lain adalah
merubah asumsi dasar. Pada neoklasik asumsi yang digunakan mencakup aspek-aspek
psikologis dan sosial dari pekerja, dan hendaknya pekerja individu dan pekerja
kelompok haruslah ditegaskan.
B. BEBERAPA TEORI ORGANISASI
Tiga pandangan yang mendasar bagi teori neoklasik yaitu:
2.1.
Manusia berbeda, setiap orang adalah unik, masingmasing telah membawa pendirian
sesuai situasi kerjanya, kepercayaan dan cita-cita kehidupan seperti
pengetahuan tertentu, teknik sosial dan logika.
2.2.
Penekanannya terhadap aspek-aspek sosial dan kelompok kerja, tanggapan manusia
mengenai dirinya dan lingkungan di sekitarnya tergantung pada kelompoknya,
sehingga organisasi informal menjadi perhatian mereka, menurut neoklasik
kelompok kerja telah memberikan pengaruhnya pada motivasi dan produktivitas.
2.3.
Manajemen yang partisipatif untuk mengambil keputusan agar selalu
berbincang-bincang terlebih dahulu dengan bawahan, karena keputusan yang akan
diambil dapat mempengaruhi mereka, maka bawahan diajak berfikir dalam
pengambilan keputusan.
Teori Modern
Perkembangan lebih lanjut dari teori organissi adalah lahirnya
teori
modern yang kadang-kadang disebut dengan teori analisis sistem organisasi.
Teori ini mengembangkan semua unsur organisasi pada umumnya dan kepraktisan
komponenkomponennya:
1.1.
Organisasi, adalah sebagai suatu sistem yang terdiri dari 5 bagian pokok yaitu:
input, proses, output, arus balik dan lingkungan yang menyangkut manusia
umumnya meliputi semua jenis sistem biologis, fisik yang berhubungan dengan
tingkah laku manusia.
1.2.
Kedinamisan, penekanannya adalah pada proses yang dinamis dengan interaksi yang
terjadi dalam suatu organisasi.
1.3.
Multi level dan multidimensional, teori modern mempertimbangkan setiap
tingkatan suatu organisasi. Dengan mengenali masalah-masalah pada setiap
tingkat, berarti memberikan kesempatan pada setiap tingkatan untuk memecahkan
masalah sendiri, sehingga terdapat keseimbangan umum pada setiap tingkat.
1.4.
Multimotivasi, teori modern mengakui bahwa suatu kegiatan dapat didorong oleh
beberapa keinginan. Dengan demikian secara lebih luas organisasi
diharapkanuntuk hidup, karena para pesertanya berkeinginan untuk mencapai
beberapa tujuan dengan baik.
1.5.
Multidisipliner, menggambarkan konsep dan teknik dari variabel bidang studi,
ilmu kemasyarakatan, teoriadminsitrasi, psikologi, ekonomi, ekologi,
pelaksanaan riset, antropologi budaya, sosiologi dan beberapa bidang lainnya
yang dapat memberikan sumbangan kepada ilmu manajemen dan organisasi.
Gagasan tentang organisasi berasal dari kenyataan bahwasetiap
individu tidak akan dapat memenuhi kebutuhan dan harapannya seorang diri. Individu
terutama dalam masyarakat modern, merasa bahwa ia kurang mampu dan tidak
berdaya bila harus memenuhi kebutuhan dasarnya. Baru setelah beberapa orang
mengkoordinasikan usaha secara bersama, mereka lebih banyak berhasil daripada
kalau melakukannya sendiri-sendiri. Organisasi terbesar yakni masyarakat memungkinkan
anggotanya memenuhi kebutuhan mereka melalui koordinasi kegiatan dari banyak
individu. Dengan demikian salah satu gagasan dasar konsep organisasi usaha saling
mambantu (Schein, 1992:14).
Organisasi dapat dikatakan sesuatu yang bersifat konkrit,dapat
dirasakan eksistensinya baik oleh individu yang berada didalam organisasi itu
sendiri maupun yang berada di masyarakat (Soenyoto,1994:3). Organisasi dapat
pula dilihat sebagai suatu sistem dimana anggota-anggotanya memiliki kesamaan
tujuan dan perilaku untuk mencapainya.
Organisasi dibentuk karena organisasi dapat mencapai masalah
sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh perorangan.Dengan konsep ini dapat dikatakan
bahwa organisasi memiliki unsur-unsur sebagai berikut:
1.
Adanya dua orang atau lebih;
2.
Adanya maksud untuk bekerja sama;
3.
Adanya pengaturan hubungan;
4.
Adanya tujuan yang hendak dicapai.
Batasan mengenai organisasi oleh Miles seperti yangdikutip oleh
Gomes(1977:9): ”…an organization is nothing
morethan a collection people grouped is envirnment into marketablegoods or
service”. Artinya organisasi tidak
lebih dari sekelompok orang yang berkumpul bersama sekitar suatu teknologi yang
dipergunakan untuk mengubah input-input dari lingkungan menjadi barang atau
jasa yang dapat dipasarkan.
Dari gambar 2.1 tampak bahwa suatu organisasi tidakterlepas dari
pengaruh lingkungan yang ada di sekitar organisasi. Lingkungan merupakan sumber
pasokan input-input bagi oraganisasi dan sebagai penerima output-output dari
organisasi.
Unsur manusia didalam organisasi seperti tampakpada skema,
memiliki kedudukan yang strategis karena manusialah yang bisa mengetahui
input-input apa yang perlu diambil dari lingkungan dan bagaimana cara
memperolehnya, teknologi dan cara yang dianggap tepat untuk mengolah atau mentransformasikan
input-input menjadi output yang memenuhi keinginan pasar atau lingkungannya. Secara
sederhana definisi tersebut dapat digambarkan
melalui
skema berikut :
Sumber : Gomes (1997:25)
Gambar 1.1 : Hubungan Antara Organisasi Dan
Lingkungan
Jadi dalam manajemen terdapat kurang lebih tiga variabel utama,
yakni organisasi, manusia dan lingkungan karakteristik,yang saling berinteraksi
menurut pola tertentu dan masing-masing memiliki karakteristik atau nilai-nilai
tertentu (Gomes,1997:25). Dengan demikian organisasi tidak akan terlepas dari lingkungan
dimana organisasi itu berada dan manusianya yangmerupakan
pusat dari organisasi itu sendiri.



Komentar
Posting Komentar