Menilai Kondisi Ekonomi
BAB III
MENILAI KONDISI EKONOMI
A.
Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kinerja Bisnis
Pertumbuhan
ekonomi (economic growth)
mencerminkan perubahan dalam tingkat aktifitas ekonomi secara umum. Kadanga kala
pertumbuhan ekonomi kuat, pada saat yang lain pertumbuhan ekonomi relatif
rendah.
Ø Pertumbuhan Ekonomi yang Kuat
Ketika pertumbuhan ekonomi AS lebih kuat dari yang biasanya, maka total
tingkat pendapatan dari para pekerja AS relatif tinggi. Sehingga terdapat
volume pengeluaran yang tinggi untuk barang dan jasa. Karena permintaan untuk
barang dan jasa tinggi, maka perusahaan yag menjual barang dan jasa akan
menghasilkan pendapatanyanglebihtinggi.
Dampak dari perekonomian yang lebih kuat dapat menyebar dengan cepat antar bisnis. Ketika pelanggan mulai meningkatkan pengeluarannya, perusahaan mengalami permintaan yang lebih tinggi akan produk-produknya dan bahkan mulai mempekerjakan lebih banyak karyawan guna mengakomodasi peningkatan permintaan. Perusahaan juga mungkin perlu memperluas operasinya yang mengakibatkan peningkatan permintaan untuk perlengkapan, jasa konstruksi dan bahan baku.
Dampak dari perekonomian yang lebih kuat dapat menyebar dengan cepat antar bisnis. Ketika pelanggan mulai meningkatkan pengeluarannya, perusahaan mengalami permintaan yang lebih tinggi akan produk-produknya dan bahkan mulai mempekerjakan lebih banyak karyawan guna mengakomodasi peningkatan permintaan. Perusahaan juga mungkin perlu memperluas operasinya yang mengakibatkan peningkatan permintaan untuk perlengkapan, jasa konstruksi dan bahan baku.
Ø Pertumbuhan Ekonomi yang Lemah
Sementara pertumbuhan ekonomi yang kuat meningkatkan pendapatan perusahaan,
pertumbuhan ekonomi yang lambat mengakibatkan rendahnya permintaan akan barang
dan jasa, sehingga dapat mengurangi pendapatan perusahaan. Bahkan, perusahaan
yang memproduksi barang atau jasa kebutuhan pokok dipengaruhi secara negatif oleh
perekonomian yang lemah karena pelanggan cenderungmengurangipermintaanmereka.
Ketika pertumbuhan ekonomi adalah negatif untuk dua kartal berturut-turut , maka periode tersebut di sebut sebagai resesi. Karena resesi menimbulkan penurunan dalam penghasilan dan permintaan, maka resesi memiliki dampak negatif yang cukup signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Ketika pertumbuhan ekonomi adalah negatif untuk dua kartal berturut-turut , maka periode tersebut di sebut sebagai resesi. Karena resesi menimbulkan penurunan dalam penghasilan dan permintaan, maka resesi memiliki dampak negatif yang cukup signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Bagaimana dampak dari ekonomi yang lemah menyebar
antar perusahaan. Dampak dari perekonomian yang lemah dapat menyebar
dengan cepat ke seluruh bisnis. Ketika kondisi lemah, beberapa bisnis lebih
terpengaruh dibanding dengan bisnis lainnya. Meskipun demikian, kebanyakan
bisnis dipengaruhi secara negatif oleh kondisi ekonomi karena permintaan akan
produk di hampir semua industri menurun.
Ø
Indikator Pertumbuhan Ekonomi
Dua ukuran
utama dari pertumbuhan ekonomi adalah tingkat produksi total dari barang dan
jasa dalam perekonomian serta jumlah total pengeluaran (pengeluaran agregat).
Tingkat produksi total dan total pengeluaran agregat di Amerika Serikat sangat
berkaitan erat, karena tingkat pengeluaran konsumen yang tinggi mencerminkan
permintaan yang tinggi untuk barang dan jasa. Tingkat produksi total bergantung
pada total permintaan akan barang dan jasa.
Indikator
alternatif dari pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pengangguran. Bisnis dapat
mengindikasikan apakah kondisi ekonomi membaik. Empat jenis pengangguran adalah
sebagai berikut :
·
Pengangguran
Friksional. Disebut juga dengan tingkat pengangguran alamiah. Mencerminkan
orang-orang yang sedang berganti pekerjaan. Yaitu, orang-orang yang status
penganggurannya bersifat temporer, karena kemungkinan besar mereka dalam waktu
singkat akan memperoleh pekerjaan.
·
Pengangguran
musiman. Mencerminkan orang-orang yang tidak dibutuhkan selama musim tertentu.
·
Pengangguran
siklus. Mencerminkan orang-orang yang menganggur karena kondisi perekonomian yang
buruk. Ketika tingkat aktivitas ekonomi menurun, sehingga menurunkan kebutuhan
akan pekerja.
·
Pengangguran
struktral. Mencerminkan orang-orang yang menganggur karena mereka tidak memiliki
keahlian yang memadai.
Dari keempat
jenis pengangguran, tingkat pengangguran siklus mungkin merupakan indikator
terbaik dari kondisi perekonomian. Ketika pertumbuhan ekonomi membaik, bisnis
merekrut lebih banyak orang dan tingkat pengangguran menurun.
Banyak
indikator lain dari pertumbuhan ekonomi, seperti indeks produksi industrial,
proyek perumahan baru, dan tingkat
penghasilan pribadi, dikumpulkan oleh divisi pemerintah federal dan dilaporkan
dalam majalah dan koran bisnis.Variasi dalam sensitivitas
terhadap pertumbuhan ekonomi.
Beberapa perusahaan lebih sensitif
dibandingkan dengan perusahaan lainnya
terhadap kondisi ekonomi karena
permintaan akan produknya lebih sensitif terhadap kondisi semacam itu.
B.
Dampak Dari Inflasi
Inflasi (inflation) adalah kenaikan dalam tingkat harga barang dan jasa
secara umum selama periode waktu tertentu. Inflasi terbagi menjadi dua jenis :
Ø Inflasi yang
didorong oleh biaya
Situasi di mana harga yang lebih tinggi di kenakan oleh perusahaan
sebagai akibat dari biaya yang lebih tinggi.
Ø Inflasi yang
ditarik oleh permintaan
Situasi dimana harga produk dan jasa
ditarik ke atas karena permintaan konsumen yang kuat.
C.
Dampak Dari Tingkat Bunga
Tingka bunga menentukan biaya
meminjam uang. Tingkat bunga dapat mempengaruhi kinerja perusahaan karena
mempengaruhi beban atau pendapaatan perusahaan.
D.
Bagaimana Harga Pasar Ditentukan
Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh
perubahan dalam harga yang dikenakan oleh perusahaan untuk produk-produknya dan
dalam harga yang dibayarkan oleh perusahaan untuk perlengkapan dan bahan
bakunya. Dan dalam penentuan harga pasar dapat menggunakan penawaran dan permintaan
suatu barang atau jasa.
Ø Skedul permintaan untuk suatu produk.
Permintaan
akan suatu produk dapat ditunjukkan
dengan skedul permintaan, atau skedul yang mengindikasikan kuantitas dari
produk yang akan diminta pada setiap harga yang mungkin.
Ø Skedul penawaran untuk suatu produk.
Penawaran
akan suatu produk dapat ditunjukan
dengan skedul penawaran , atau skedul yang mengindikasikan kuantitas suatu
produk yang ditawarkan (diproduksi) oleh perusahaan pada setiap harga yang
mungkin.
Ø Hubungan antara Permintaan dan Penawaran.
Hubungan
antara skedul permintaan dan skedul penawaran menentukan harga. Ketika
kuantitas yang ditawarkan oleh perusahaan melampaui kuantitas yang diminta oleh
pelanggan maka akan menimbulkan apa yang disebut surplus. Ketika harga komputer
relatif rendah, kuantitas yang ditawarkan oleh perusahaaan akan lebih sedikit
dibandingkan dengan kuantitas yang diminta oleh pelanggan, sehingga menimbulkan
apa yang disebut dengan Shortage (kelangkaaan). Dan harga dimana kuntitas
produk yang ditawarkan oleh perusahaan sama dengan kuantitas produk yang
diminta oleh pelanggan disebut dengan Harga keseimbangan.
Ø Dampak dari Perubahan Skedul Permintaan dan penawaran.
Dengan
berlalunya waktu, perubahan kondisi dapat menyebabkan skedul permintaan atau
skedul penawaran untuk produk tertentu berubah. Konsekuensinya, harga
keseimbangan dari produk tersebut juga akan berubah.
Ø Dampak dari permintaan dan penawaran terhadap tingkat
harga umum.
Tingkat
harga umum adalah rata-rata harga dari semua produk dan jasa yang ada. Jika
total permintaan (permintaan agregat) oleh pelanggan untuk seluruh atau
kebanyakan produk tiba-tiba meningkat, tingkat harga secara umum dapat naik.
Tingkat harga umum juga dapat dipegaruhi oleh pergeseran dalam skedul penawaran dari semua barang dan
jasa. Jika skedul penawaran dari semua atau kebanyakan produk tiba-tiba
turun, maka tingkat harga umum akan naik.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Pasar
Pergeseran dalam skedul permintaan ataupun penawaran dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, yakni :
Ø Penghasilan Pelanggan.
Penghasilan pelanggan menentukan
jumlah produkdan jasa yang dapat dibeli oleh seorang individu. Tingkat ekonomi
yang tinggi memberikan penghasilan yang lebih tinggi bagi pelanggan. Ketika
penghasilan pelanggan meningkat, mereka mungkin saja meminta produk dan jasa
tertentu dalam jumlah yang lebih besar. Yaitu, skedul permintaan untuk berbagai
barang dan jasa dapat bergeser ke luar sebagai respons terhadap penghasilan
yang lebih tinggi. Sebaliknya, ketika tingkat penghasilan pelanggan turun, maka
permintaan mereka akan produk barang dan jasa tertentu menjadi semakin sedikit.
Ø Preferensi Pelanggan
Ketika
preferensi atau selera pelanggan untuk produk tertentu berubah, maka kuantitas
permintaan akan produk tersebut oleh pelanggan dapat berubah. Ketika suatu
produk menjadi tidak begitu diminati, permintaan untk produk tersebut turun.
Surplus yang diakibatkan dapat memaksa perusahaan untuk menurunkan harganya
guna menjual apa yang diproduksi oleh perusahaan.
Ø Beban Produksi
Faktor lain yang dapat memengaruhi harga keseimbangan
adalah perubahan dalam beban produksi.
Ketika perusahaan mengeluarkan beban
yang lebih rendah, maka perusahaan mau memproduksi lebih banyak pada harga berapa
pun. Hal ini menyebabkan terjadinya surplus produk, sehingga memaksa perusahaan
untuk menurunkan harganya sehingga dapat
menjual seluruh produk yang dihasilkan.
E.
Pengaruh Pemerintah Terhadap Kondisi Ekonomi
Pemerintah dapat mempengaruhi bisnis
dengan menerapkan peraturan atau dengan
membuat kebijakan yang mempengaruhi
kondisi ekonomi. Karena regulasi cenderung bermacam tergantung industry. Untuk
mempengarui kondisi ekonomi, pemerintah federasi mengimplementasikan kebijakan moneter dan fiskal.
Ø Kebijakan moneter
Keputusan mengenai tingkat penawaran uang
Ø Kebijakan fiskal
Keputusan mengenai bagaimana pemerintah menetapkan tarif pajak dan membelanjakan
uang.


Komentar
Posting Komentar