Penawaran Barang dan Jasa Pada Pasar Kompetitif
BAB III
Penawaran Barang dan Jasa Pada Pasar Kompetitif
Tujuan
Kegiatan
Setelah mempelajari bagian ini, mahasiswa
diharapkan dapat:
·
Memahami pasar kompetitif pada aktivitas ekonomi
·
Menjelaskan proses dan hukum penawaran pada
pasar kompetitif
·
Menggambarkan kurva penawaran dan serta
menghitung jumlah barang ditawarkan dan berdasarkan penawarannya.
·
Mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi
penawaran suatu
barang dan jasa
Uraian Materi Belajar
Sampai di mana keinginan para penjual menawarkan
barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor.
Diantaranya yang penting adalah:
1) Harga
barang itu sendiri
2) Harga
barang-barang lain (barang-barang substitusi)
3) Biaya
produksi
4) Tujuan-tujuan
perusahaan
5) Tingkat
teknologi yang digunakan.
Seperti pada analisis permintaan, untuk menganalisis semua faktor-faktor
yang mempengaruhi penawaran secara bersama-sama sekaligus agak rumit, bahkan
tidak dapat dilakukan dengan analisis grafis (kurve). Oleh karena itu, harus
dilakukan satu per satu, dengan menganggap faktor-faktor lain tidak berubah (ceteris
paribus). Seperti yang dinyatakan dalam hukum penawaran, yang
dianalisishanya hubungan antara harga barang itu sendiri dengan jumlah barang
itu yang ditawarkan, sedangkan faktor-faktor lain seperti harga barang-barang
lain, biaya produksi, tujuan-tujuan perusahaan, dan teknologi yang digunakan
dianggap tidak berubah.
Kurve Penawaran
Kurve penawaran adalah kurve yang menunjukkan
hubungan antara tingkat harga barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang
ditawarkan oleh penjual. Kurve ini dibuat atas dasar data riel mengenai
hubungan tingkat harga barang dan jumlah penawaran barang tersebut yang
dinyatakan dalam daftar penawaran (tabel penawaran). Sebagai contoh, penawaran
“Hand Phone” di suatu pasar ditunjukkan dalam Tabel 2.2. berikut.
Tabel 2.2. Tabel Penawaran Hand Phone
Keadaan
|
Harga
|
Jumlah
yang ditawarkan
|
|
A
|
Rp. 1.000.000,-
|
900 buah
|
|
B
|
Rp.
|
900.000,-
|
800 buah
|
C
|
Rp.
|
800.000,-
|
700 buah
|
D
|
Rp.
|
700.000,-
|
600 buah
|
E
|
Rp.
|
600.000,-
|
500 buah
|
Dari data pada tabel 2.2, dapat dibuat kurve penawaran hand-phone
sebagai berikut (Gb. 2.3).

s
|
||||||
Harga barang ( Rp. 000,-)
|
A
|
|||||
1.000
|
B
|
Kurve penawaran “ss”
|
||||
900
|
||||||
C
|
||||||
800
|
||||||
D
|
||||||
700
|
||||||
E
|
||||||
600
|
s
|
|||||
0
|
||||||
500 600
700 800
|
900 (jumlah HP yang ditawarkan)
|
|||||
Gb. 2.3. Kurve Penawaran HP di suatu
Pasar
Titik A pada kurve, menggambarkan pada harga HP Rp. 1.000.000,- jumlah
HP yang ditawarkan penjual sebanyak 900 buah; titik B menunjukkan pada harga
Rp. 900.000,- jumlah HP yang ditawarkan penjual sebanyak 800 buah, dan
seterusnya. Kurve penawaran pada umumnya naik dari kiri bawah ke kanan atas (
ber-slope positif), artinya jika harga barang naik penawaran barang tersebut
akan naik dan sebaliknya jika harga barang turun maka penawaran barang tersebut
akan turun. Jadi, pengaruh harga barang itu sendiri terhadap penawaran barang,
ditunjukkan oleh gerakan di sepanjang kurve penawaran.
Fungsi Penawaran
Fungsi penawaran adalah persamaan yang
menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual dan
semua faktor yang mempengaruhinya. Fungsi penawaran secara umum ditulis :
Qs = f (Pq, Pl.i, C, O, T), di mana :
Qs =
jumlah barang yang ditawarkan
Pq = harga
barang itu sendiri
22
Pl.i = harga
barang-barang lain (i = 1,2, ….,n)
O = tujuan-tujuan perusahaan
T = tingkat teknologi yang digunakan.
Fungsi ini dapat untuk menganalisis pengaruh semua faktor tersebut
secara bersama-sama sekaligus, tentu dengan perhitungan yang lebih rumit. Untuk
memudahkan perhitungan, umumnya dilakukan analisis secara parsial, yaitu
analisis satu demi satu dengan menganggap faktor-faktor lain ceteris
paribus. Fungsi penawaran parsial, ditulis sebagai berikut:
Qs = f( Pq| Pl, C, O, T) , di mana faktor-faktor yang
dibelakang garis tegak adalah ceteris paribus. Dari persamaan umum ini
dapat dibuat fungsi penawaran spesifik, yaitu:
Qs = a + b
Pq, di mana a = konstante dan b = koefisien
perubahan. Berdasarkan tabel 2.2 , diperoleh persamaan penawaran : Qs = -100 + 0,001 Pq , di mana Qs = jumlah barang yang ditawarkan dan Pq = harga barang itu sendiri. Interpretasi dari
persamaan ini adalah apabila harga HP naik satu rupiah maka jumlah HP yang
ditawarkan naik sebesar 0,001 buah.
Pengaruh Faktor-Faktor Selain Harga Barang Itu
Sendiri
Telah dinyatakan bahwa penawaran suatu barang
selain dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri juga dipengaruhi oleh
faktor-faktor lain, seperti harga barang-barang lain, biaya produksi, tujuan-tujuan
perusahaan, dan teknologi. Analisis pengaruh faktor harga barang itu sendiri
telah dibahas di atas. Untuk melengkapi analisis mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi penawaran, berikut ini dibahas mengenai pengaruh faktor-faktor
selain harga itu sendiri terhadap jumlah barang yang ditawarkan.
Harga Barang-Barang Lain. Sebagai contoh, karena gula impor harganya
lebihmurah dari harga gula lokal, maka permintaan gula lokal menurun. Karena
permintaan gula lokal menurun maka produsen gula terpaksa menurunkan produksi
dan penawarannya.
Biaya Produksi. Kenaikan biaya produksi akan menyebabkan
penurunanpenawaran barang. Apabila faktor-faktor selain biaya produksi tidak
berubah maka kenaikan biaya produksi mengakibatkan menurunnya keuntungan atau
bahkan kerugian bagi suatu perusahaan. Perusahaan yang mengalami kerugian tentu
akan tutup, sehingga tidak ada lagi barang produksinya yang ditawarkan di
pasar. Demikian pula bagi perusahaan yang mengalami penurunan keuntungan
mungkin akan mengalihkan usahanya ke bidang lain, sehingga produksi dan
penawaran barang berhenti.
Tujuan-Tujuan Perusahaan. Secara teoritis tujuan perusahaan
adalahmemaksimumkan keuntungan. Untuk memaksimumkan keuntungan tidak bisa
dicapai dengan penggunaan kapasitas produksi maksimum, melainkan harus dengan
penggunaan kapasitas produksi yang memaksimumkan keuntungan. Namun, tidak semua
perusahaan bertujuan memaksimumkan keuntungan. Seperti perusahaan milik negara,
umumnya lebih mementingkan memaksimumkan produksi dari pada memaksimumkan keuntungan.
Ada perusahaan yang lebih mengutamakan menghindari resiko sehingga dapat terus
selamat walaupun keuntungannya tidak maksimal. Tujuan yang berbeda-beda di atas
menimbulkan pengaruh yang berbeda terhadap penentuan tingkat produksi. Dengan
demikian secara tidak langsung tujuan perusahaan akan mempengaruhi penawaran
suatu barang.
Teknologi. Dengan teknologi dapat mengurangi biaya
produksi, meningkatkanproduktivitas, meningkatkan mutu produk, dan menciptakan
produk baru. Terhadap penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan
dua akibat, yaitu : (1) produksi dapat ditingkatkan dengan lebih cepat dan (2)
biaya produksi dapat lebih murah. Dengan demikian keuntungan dapat menjadi
lebih besar. Dari kedua akibat tersebut dapat disimpulkan bahwa kemajuan
teknologi dapat meningkatkan penawaran suatu barang di pasar.
Apabila pengaruh harga barang itu sendiri (Pq) terhadap jumlah barang yang ditawarkan (Qs) ditunjukkan oleh gerakan naik-turun di
sepanjang kurve penawaran ( lihat Gb. 2,3) maka untuk pengaruh harga
barang-barang lain (Pl), biaya
produksi (C), tujuan-tujuan perusahaan (O), dan teknologi (T) ditunjukkan oleh pergeserankurve
penawaran ke kiri atau ke kanan.
Sebagai contoh, pengaruh kemajuan teknologi
terhadap penawaran suatu barang ditunjukkan oleh pergeseran kurve penawaran ke
kanan, sedangkan pengaruh kenaikan biaya produksi ditunjukkan oleh pergeseran kurve penawaran ke kiri ( perhatikan Gb.2.4 ).
Harga Barang Itu Sendiri
|
|||||||
P
|
S1
|
S
|
S2
|
||||
-
|
|||||||
-
|
|||||||
-
|
|||||||
S1
|
|||||||
S
|
S2
|
||||||
0
|
barang yang
ditawarkan)
|
||||||
Q1
|
Q
|
Q2
(Jumlah
|
|||||
Gb. 2.4. Pergeseran Kurve Penawaran
Dari Gb. 2.4 dapat dijelaskan sebagai berikut. Dimisalkan pada mulanya
kurve penawaran barang dari suatu perusahaan dengan menggunakan teknologi
tertentu dan biaya produksi tertentu adalah SS. Kurve ini mununjukkan bahwa
pada tingkat harga P, jumlah barang yang ditawarkan adalah Q. Bagaimana jika
kemudian teknologi yang digunakan lebih canggih?. Apabila teknologi yang
digunakan lebih canggih maka kurve penawaran akan bergeser ke kanan, katakanlah
menjadi S2S2. Kurve ini menunjukkan bahwa dengan harga tetap
pada P, jumlah barang yang ditawarkan meningkat menjadi Q2. Ini berarti bahwa kemajuan teknologi dapat
meningkatkan penawaran barang di pasar, dalam hal ini dari Q menjadi Q2. Sekarang, bagaimana jika pada suatu waktu
terjadi kenaikan biaya produksi karena harga input naik?. Apabila biaya
produksi naik maka kurve penawaran akan bergeser ke kiri, katakanlah menjadi S1S1. Kurve
ini menunjukkan bahwa dengan harga tetap pada P, jumlah barang yang ditawarkan
menurun menjadi Q1. Ini
berarti bahwa kenaikan biaya produksi menyebabkan penurunan penawaran barang di
pasar, dalam hal ini dari Q menjadi Q1.
Dengan cara yang sama, pengaruh tujuan-tujuan
perusahaan dan harga barang-barang lain terhadap penawaran suatu barang , dapat
ditunjukkan oleh pergeseran kurve penawaran seperti pada Gb. 2.4.
Tugas Belajar
Secara individu mahasiswa diminta untuk :
1.
Membuat sebuah contoh hipotetis pada kondisi
riil proses berlakunya teori penawaran pada pasar kompetitif
2. Mendeskripsikan
faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran pada contoh hipotetis diatas.
Penentuan Harga Pasar dan Jumlah Barang Yang
Diperjualbelikan
Tujuan Kegiatan
Setelah mempelajari bagian ini, mahasiswa
diharapkan dapat:
·
Menjelaskan proses keseimbangan (equilibrium)
pada pasar kompetitif.
·
Menggambarkan keadaan keseimbangan dengan
bantuan tabel.
·
Menggambarkan keadaan keseimbangan dengan
grafik.
·
Mentukan keseimbangan secara matematis
·
Mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi
selain harga barang itu sendiri pada kondisi keseimbangan
Uraian Materi Belajar 3
Harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan di
pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran barang tersebut. Oleh karenanya,
analisis penentuan harga dan jumlah bar
ang yang diperjualbelikan di suatu
pasar, harus berdasarkan analisis permintaan dan penawaran barang tersebut
secara serentak. Harga pasar atau harga keseimbangan adalah tingkat harga di
mana jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual sama dengan jumlah barang
yang diminta oleh para
pembeli. Pada kondisi demikian dikatakan bahwa pasar dalam keadaan keseimbangan
atau ekuilibrium.
Penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan
dalam keadaan keseimbangan dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu dengan
menggunakan tabel (angka) atau dengan menggunakan grafik (kurve) atau dengan
matematik.
Menentukan Keadaan
Keseimbangan Dengan Tabel
Untuk menentukan keadaan keseimbangan pasar kita
dapat menggabungkan tabel permintaan (Tabel 2.1) dan tabel penawaran (Tabel
2.2) menjadi tabel permintaan dan penawaran seperti Tabel 2.3 berikut. Dari
tabel 2.3 nampak bahwa, jika harga rendah misalnya Rp.600.000,-, maka jumlah
permintaan HP tinggi, yaitu 900 bh, tetapi jumlah HP yang ditawarkan rendah,
yaitu hanya 500 bh, sehingga terjadi kelebihan permintaan ( excess demand)
400 bh. Sebaliknya, jika harga HP tinggi, misalnya Rp. 1 juta,-, maka permintaannya menjadi
rendah, yaitu 500 bh, tetapi jumlah HP yang ditawarkan di pasar tinggi, yaitu
900 bh, sehingga terjadi kelebihan penawaran (excess supply) sebanyak
400 bh. Oleh karena kondisi demikian maka terjadilah tawar-menawar antara para
pembeli dan para penjual sampai akhirnya terbentuk harga keseimbangan atau
harga pasar, yaitu Rp. 800.000,-. Pada harga ini, jumlah HP yang diminta oleh
para pembeli sama dengan jumlah yang ditawarkan oleh para penjual, yaitu 700
bh.
Tabel 2.3. Permintaan dan penawaran HP di suatu
pasar.
Jumlah HP Yang
|
Jumlah
HP
|
|||
Harga (Rp.)
|
Yang
|
Sifat Hubungan
|
||
Diminta
|
||||
Ditawarkan
|
||||
600.000,-
|
900 bh
|
500 bh
|
Kelebihan permintaan
|
|
700.000,-
|
800 bh
|
600 bh
|
Kelebihan permintaan
|
|
800.000,-
|
700 bh
|
700 bh
|
Keseimbangan
|
|
900.000,-
|
600 bh
|
800 bh
|
Kelebihan penawaran
|
|
1.000.000,-
|
500 bh
|
900 bh
|
Kelebihan penawaran
|
Menentukan Keadaan
Keseimbangan Dengan Grafik
Keadaan keseimbangan pasar dapat ditentukan
dengan menggabungkan kurve permintaan (Gb. 2.1) dan kurve penawaran (Gb.2.3)
menjadi kurve permintaan dan penawaran seperti Gb. 2.5 berikut.

Harga barang itu sendiri (Rp. 000)
|
||||
1.000
|
D
|
S
|
||
Excess supply
|
||||
900
|
||||
800
|
E
|
Titik keseimbangan
|
||
700
|
||||
Excess demand
|
||||
600
|
||||
S
|
D
|
|||
0
|
500 600
700 800
|
900 Jumlah barang yang diperjualbelikan (bh)
|
||
Gb. 2.5. Penentuan Harga dan Jumlah
HP yang diperjualbelikan
Dari Gb. 2.5 nampak bahwa pada harga di atas Rp. 800.000,-, kurve
penawaran terletak di sebelah kanan kurve permintaan, berarti penawaran
melebihi permintaan. Keadaan demikian disebut kelebihan penawaran (excess
supply). Sebaliknya, pada
harga di bawah Rp. 800.000,- kurve permintaan berada di sebelah kanan
kurve penawaran, berarti permintaan melebihi penawaran. Keadaan demikian
disebut kelebihan permintaan (excess demand). Pada harga Rp. 800.000,-
kurve permintaan berpotongan dengan kurve penawaran, berarti permintaan sama
dengan penawaran. Keadaan demikian disebut keadaan keseimbangan atau ekuilibrium.
Jadi, dengan titik E yang merupakan titik potong kurve permintaan dankurve
penawaran, dapat ditentukan harga pasar dan jumlah barang yang diperjualbelikan
pada harga tersebut. Dalam contoh ini, harga pasar adalah Rp. 800.000,- dan
jumlah barang yang diperjualbelikan pada harga tersebut adalah 700 bh.
Menentukan Keadaan Keseimbangan Dengan Matematik
Keadaan keseimbangan dapat pula ditentukan
secara matematik, yaitu dengan memecahkan persamaan permintaan dan persamaan
penawaran secara serentak atau simultan. Dari contoh di atas, diperoleh
persamaan permintaan dan penawaran sebagai berikut:
Persamaan permintaan : Qd = 1.500 – 0,001 Pq
Persamaan penawaran : Qs =
-100 + 0,001 Pq
Kita tahu bahwa syarat keseimbangan adalah permintaan sama dengan
penawaran atau Qd = Qs. Berarti : 1.500 – 0,001 P = -100 + 0,001 Pq
1.500 + 100 = 0,001 P + 0,001 Pq
1.600 = 0,002 Pq
Pq = 800.000 ( harga keseimbangan / harga pasar).
Selanjutnya dengan memasukkan nilai Pq ke
dalam persamaan permintaan atau penawaran akan diperoleh nilai jumlah barang
dalam keadaan keseimbangan. Bukti: QS = -100
+ 0,001 (800.000) = - 100 + 800 = 700. Jadi, baik dengan menggunakan tabel,
grafik maupun matematik, diperoleh hasil harga pasar yang sama, yaitu Rp.
800.000,- dan jumlah barang dalam keseimbangan, yaitu 700.
Pengaruh
Faktor-Faktor Selain Harga Barang Itu Sendiri Terhadap
Keadaan
Keseimbangan
Di atas telah dijelaskan bahwa pengaruh
faktor-faktor selain harga itu sendiri terhadap permintaan dan penawaran
ditunjukkan oleh pergeseran kurve permintaan dan penawaran ke kiri atau ke
kanan. Perubahan faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi keadaan keseimbangan
pasar. Terdapat empat kemungkinan pergeseran kurve permintaan dan penawaran :
a. Permintaan
bertambah ( kurve permintaan bergeser ke kanan)
b. Permintaan
berkurang ( kurve permintaan bergeser ke kiri)
c. Penawaran
bertambah ( kurve penawaran bergeser ke kanan)
d. Penawaran
berkurang ( kurve penawaran bergeser ke kiri).
Pergeseran kurve tersebut dapat terjadi secara
sendiri-sendiri atau serentak pada kurve permintaan dan penawaran. Sebagai
contoh, (1) kurve permintaan bergeser ke kanan, kurve penawaran tetap; (2)
kurve penawaran bergeser ke kanan, kurve permintaan tetap; atau (3) kurve
permintaan dan kurve penawaran secara serentak bergeser ke kanan. Secara
grafis, contoh tersebut dapat digambarkan sebagai berikut (Gb.2.6 ; Gb.2.7;
Gb.2.8)

Harga barang itu sendiri
|
Harga
|
barang itu sendiri
|
Harga barang itu sendiri
|
||||||||||
D1
|
S
|
D1
|
S
|
S1
|
|||||||||
D
|
S
|
D
|
|||||||||||
S1
|
D
|
||||||||||||
P1
|
E1
|
P
|
E
|
P1
|
E1
|
||||||||
P
|
E
|
P1
|
S
|
E1
|
P
|
E
|
|||||||
S
|
D1
|
D1
|
|||||||||||
D
|
S1
|
D
|
S
|
S1
|
D
|
||||||||
O
|
Q
Q1
|
0
|
Q
Q1
|
0QQ1
|
|||||||||
( jumlah barang)
|
(
jumlah barang)
|
(
jumlah barang)
|
|||||||||||
Gb.2.6. Permintaan bertambah
|
Gb. 2.7. Penawaran bertambah Gb. 2.8. Permintaan dan
|
||||||||||||
penawaran
|
|||||||||||||
bertambah
|
|||||||||||||
Penjelasan Gb. 2.6 : Misalnya, pada suatu saat pendapatan
masyarakatmeningkat. Peningkatan pendapatan masyarakat tersebut menyebabkan
bertambahnya permintaan barang. Permintaan barang yang bertambah digambarkan
oleh pergeseran kurve permintaan ke kanan ,yaitu dari DD ke D1D1. Namun,
pada saat yang sama, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penawaran tidak berubah, sehingga kurve penawaran tidak bergeser. Akibat
dari pergeseran kurve permintaan tersebut, titik keseimbangan berpindah dari
titik E ke E1.
Perpindahan ini mengakibatkan kenaikan harga barang itu sendiri dari P menjadi
P1 dan kenaikan jumlah barang yang
diperjualbelikan dari Q menjadi Q1. Penjelasan
Gb. 2.7: Misalnya, pada suatu saat harga input menurun sehinggabiaya
produksi pada suatu perusahaan menjadi lebih rendah. Karena biaya produksi
lebih rendah, maka perusahaan bisa memproduksi barang lebih banyak, berarti
penawaran barang bertambah. Penawaran barang bertambah digambarkan oleh pergeseran
kurve penawaran ke kanan, yaitu dari SS ke S1S1. Pada
saat yang sama, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan tidak
berubah sehingga kurve permintaan tidak bergeser. Pada kondisi demikian, akibat
dari pergeseran kurve penawaran tersebut menyebabkan menurunnya tingkat harga
dari P ke P1 dengan
disertai meningkatnya jumlah barang yang diperjualbelikan dari Q ke Q1.
Penjelasan Gb. 28: Apabila terjadi perubahan faktor-faktor yang
mempengaruhipermintaan dan penawaran, maka akan terjadi pergeseran kurve
permintaan dan penawaran tersebut. Misalnya, pada suatu saat terjadi
peningkatan pendapatan masyarakat dan kemajuan teknologi produksi maka di suatu
pasar akan terjadi peningkatan permintaan dan penawaran barang. Kondisi
demikian dapat digambarkan oleh pergeseran kurve permintaan dan penawaran ke
kanan, yaitu masing-masing dari DD ke D1D1 dan dari SS ke S1S1.
Pergeseran kurve serentak ini mengakibatkan kenaikan harga dari P ke P1 dan kenaikan jumlah barang yang
diperjualbelikan dari Q ke Q1.
Selanjutnya, dengan penalaran dan cara yang sama
dapat dianalisis bagaimana jika terjadi penurunan permintaan atau penurunan
penawaran atau secara serentak terjadi penurunan permintaan dan penawaran.
B.3.3. Tugas Belajar
Secara individu mahasiswa diminta untuk :
1.
Membuat sebuah contoh hipotetis pada kondisi
riil proses berlakunya keseimbangan permintaan dan penawaran barang.
2. Mendeskripsikan
faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan pada contoh hipotetis diatas.
C. Daftar Pustaka
Boediono. 1982. Ekonomi Mikro. Seri
Sinopsis PIE No. 1, BPFE, Yogyakarta
Nicholson,
Walter. 1999. Teori Mikroekonomi. Alih bahasa: Daniel Wirajaya, Edisi
ke-5, Binarupa Aksara, Jakarta.
Mankiw,
Gregory, N. 2006, Principles of Economics. Edisi 3, Salemba Empat,
Jakarta
Sukirno,
Sadono. 2001. Pengantar Teori Mikroekonomi. Cetakan ke-15, PT Raja
Grafindo Persada, Jakarta.
D. Rancangan Tugas
D.1. Tujuan Tugas
1.
Meningkatkan pengetahuan proses permintaan dan
penawaran suatu barang dan jasa pada pasar kompetitif.
2.
Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam
menganalisis fungsi permintaan dan penawaran dalam bentuk tabulasi, grafis dan
matematis.
3.
Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam
menganalisis equilibrium barang dan jasa secara individu maupun pasar.
D.2. Uraian Tugas
1. Kegiatan
pertama pembelajaran,
a.
Ikutlah kegiatan Forum diskusi yang dibuka oleh
pengampu matakuliah pada topik permintaan dan penawaran barang.
b.
Mengunggah (upload) setiap tugas
pembelajaran masing-masing topik pada sistem elearning
c.
Kerjakan semua latihan dan quiz yang tersedia di
dalam sistem elearning secara seksama.
2.
Kegiatan kedua, buatlah paper (kertas kerja)
singkat secara individu untuk mengerjakan tugas belajar modul 2 dengan
ketentuan,
a.
Ditulis tangan (disyaratkan tulisan yang rapi)
pada kertas folio bergaris.
b. Paper
dimasukkan pada snelhecter yang telah dikumpulkan.
c. Contoh
yang disajikan merupakan aktivitas ekonomi riil.
d.
Jika ditampilkan data, diperkenankan menggunakan
data hipotetis untuk memperjelas deskripsi.
e.
Diperkenankan menggunakan ilustrasi gambar
(dapat ditempelkan ke paper) untuk menjelaskan ilustrasi/deskripsi materi
f. Batas
akhir tugas ditentukan pada pengumuman di sistem elearning
g. Tes
individu dari materi modul 2 dikerjakan secara online



Komentar
Posting Komentar